Sosialisasi Bersama Sastrawan

SALEMBA—SASTRAWAN terkemuka Indonesia H. Taufiq Ismail, Rabu (3/2) kembali hadir di Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) dalam rangka sosialisasi Perpustakaan Nasional Bersama Sastrawan. Sastrawan Taufiq Ismail ditemani Asma Nadia penulis yang sedang naik daun dengan karyanya Emak Pengen Naik Haji, Tere penyanyi yang juga anggota Komisi X DPRRI, dan Lucya Damayanti dari Perpusnas, sedangkan acara yang digelar di gedung teater Perpusnas Salemba Jakarta itu cukup interaktif dengan dipandu Rahma Hayuningdyah dari televisi Trans7.

Peserta yang terdiri dari guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia SMP-SMA, siswa-siswi SMP-SMA itu dan mahasiswa serta beberapa dari Perpustakaan Umum DKI Jakarta sangat antusias dan responsif terhadap pemaparan para pembicara yang memang cukup dikenal di kalangan masyarakat. Taufiq Ismail mengatakan pembacaan buku cerita kepada siswa mulai SD yang dilakukan setiap hari 10 menit sebelum pelajaran dan 10 menit sesudah pelajar berakhir, akan berdampak pada peningkatan minat membaca dan menulis di kalangan pelajar sejak dini. Budayawan yang sudah banyak melahirkan karya-karya sastranya itu mengemukakan pemberian bacaan buku cerita selama 20 menit setiap hari, maka akan berdampak menambah wawasan pengetahuannya dan mendorong siswa berkeinginan mengetahui cerita lengkap dengan membeli buku yang dibacakan gurunya dengan meminta orang tua atau anggota keluarganya menceritakan isi buku tersebut. “Pemberian pembacaan buku tersebut ternyata para siswa bisa mendengarkan atau mengetahui isi dari 70-80 judul buku cerita setiap tahunya, sehingga selama bersekolah di SD selama 6 tahun, para siswa akan mendapatkan cerita minimal 400 judul buku,” ujarnya.

Senarai dengan yang disampaikan Taufiq Ismail, Lucya Damayanti juga mengajak siswa-siswi mengapresiasi karya sastra dengan memanfaatkan koleksi Perpustakaan yang dimiliki, tetapi bila koleksi yang ada di sekolah kurang mencukupi, Kepala Bidang pengembangan perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi itu mengajak para siswa untuk datang ke Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11.

Sementara Asma Nadia yang selama 10 tahun menghasilkan 40 judul buku cerita, antara lain buku novel “Mak Pengen Nasik Haji” itu menceritakan pengalamannya sejak masih kecil hingga ia bisa berkeliling ke beberapa negara karena kepiawaiannya menulis. “”Menulis itu berawal dari membaca, kalau kebiasaan membaca kita sudah terpatri, insya Allah kemauan menulis itu akan mendorong kita untuk menuangkan gagasan-gagasan yang ada dikepala kita, maka bila saat itu ide atau gagasan muncul, jangan sia-siakan cepatlah salurkan dengan menulis,” ujarnya bersemangat. Asma Nadia yang cukup banyak direspon pesertanya itu menuturkan akan pentingnya Perpustakaan bagi kita. Perpustakaan memang gudang ilmu, sekarang ini, katanya, Perpustakaan sudah menjamur dimana-mana, di sekolah ada Perpustakaan, di perguruan tinggi ada Perpustakaan, di kantor ada Perpustakaan, di lingkungan masyarakat ada Perpustakaan umum, jadi marilah kita manfaatkan, kita berdayakan sebanyak-banyak isi perut dari perpustakaan, karena itulah modal kita untuk memperoleh informasi untuk menambah khasanah pengetahuan kita.

Sedangkan Tere dalam kesempatan itu mengajak masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa untuk sama-sama mengajak meningkatkan kegemaran membaca dengan memanfaatkan perpustakaan. Sebagai anggota Komisi X DPRRI, ia juga berharap penuh kepada Perpustakaan Nasional untuk tetap terus mengembangkan perpustakaan dalam rangka meningkatkan kegemaran membaca masyarakat Indonesia.

Di akhir acara para pembicara dan moderator mendapat buku eksklusif Perpustakaan Nasional: Peran dan Kiprah yang diserahkan langsung penanggung jawab kegiatan H. Imam Nurhadi.**

Sumber: agussutoyo

You are here