Pustakawan Makin Eksis, Pacu Profesionalisme

Jakarta—Sebagai sumber daya yang memegang peranan penting dalam penyelenggaraan perpustakaan, pustakawan haruslah bersikap profesional. Perpustakaan tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan tenaga pustakawan. Dengan kondisi perpustakaan—baik kuantitatif maupun kualitatif—kondisi pustakawan yang hingga saat ini masih terbatas, maka perkembangan perpustakaan pun tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Tinggi rendahnya prestasi pustakawan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembinaan pustakawan,” demikian dikatakan Kepala Pusat Pengembangan Pustakawan Perpusnas, Hj. Kartini yang juga sekaligus Ketua Penyelenggara pada saat penganugerahan Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional 2010 yang diadakan di Hotel Millennium, Jakarta, (13-18/8). Selain sebagai wujud penghargaan, ajang ini juga bertujuan agar prestasi pustakawan terpilih dikenal secara luas, sehingga dapat dijadikan teladan dan motivasi kerja sesama pustakawan.

Pustakawan yang berhak mengikuti pemilihan adalah pustakawan yang berstatus pegawai negeri atau pegawai swasta yang bekerja di semua jenis perpustakaan. Sebanyak 29 pustakawan yang ikut dalam pemilihan ini merupakan para pustakawan terbaik tingkat provinsi yang telah mengikuti rentetan seleksi yang diadakan di daerahnya masing-masing. Tahapan penilaian akhir juga mesti diikuti kembali oleh para kandidat penerima penghargaan sebelum ditetapkan sebagai pemenang Pustakawan Berprestasi Terbaik.

Proses penilaian meliputi uji kompetensi, motivasi dan etika. Pustakawan berprestasi terbaik yang terpilih akan disahkan dengan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional. Pustakawan berprestasi terbaik adalah pustakawan yang memiliki komitmen dan prestasi unggul dalam bidang kepustakawanan, kepribadian dan berkehidupan sosial yang tidak tercela serta berkinerja baik sehingga pantas dijadikan panutan dan memberi motivasi para pustakawan dan tenaga perpustakaan lainnya.

Terpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Terbaik Nasional Tahun 2010, adalah Eka Meifrina Suminarsih (DKI Jakarta), terbaik ke 2 didapat Rosa Gitaria (Sumatera Selatan), dan terbaik ke 3 direbut oleh Budi Handari (Jawa Tengah). Sedangkan, untuk peringkat harapan ke 1 disabet Murniaty (Sumatera Utara), harapan ke 2 direngkuh Komarudin (Jawa Timur), dan harapan ke 3 diberikan kepada Zulfitri (Sumatera Barat). Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Hj. Sri Sularsih. Para Pustakawan Berprestasi Terbaik yang terpilih juga disahkan dengan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI, selain mendapatkan hadiah uang tunai dan piagam.

Kepala Perpusnas dalam amanah pidatonya mengatakan bahwa pustakawan adalah tenaga yang sangat penting. Perpustakaan tidak akan berkembang dengan baik tanpa dukungan tenaga pustakawan yang profesional. Undang-Undang No.43, Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan bahwa tenaga perpustakaan terdiri dari Pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan. Undang-Undang tersebut juga menegaskan bahwa pustakawan harus memenuhi standar tenaga perpustakaan yang meliputi kualifikasi akademik, kompetensi dan sertifikasi. “Mestinya, dengan ketentuan tersebut, pustakawan dapat terus memacu profesionalismenya agar profesi ini terus berkembang dan diakui keberadaannya oleh masyarakat pengguna perpustakaan,” jelasnya.

Sementara itu di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Zulfikar Zein mengatakan hal yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, ada enam sikap yang harus dimiliki anggota pustakawan, antara lain melaksanakan tugas untuk memuaskan kebutuhan pengguna, mempertahankan keunggulan potensi, mampu membedakan hubungan pribadi dan pekerjaan, bersikap profesional, jangan menyalahgunakan wewenang serta berlaku sopan dan bijak dalam perbuatan dan sikap. “Dan ada tiga kewajiban penting lain bagi pustakawan, yaitu memberikan layanan prima, menciptakan suasana yang kondusif dan sanggup menjadi teladan,” tambahnya.

Selamat bagi Pustakawan Berprestasi, perjuanganmu akan membawa angin segar bagi kemajuan dan eksistensi kepustakawanan Indonesia.***

Sumber : Hartoyo D

You are here