Kesepakatan Bersama Perpusnas dan Gubernur DKI Jakarta

Merdeka Selatan—Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo, Plt Kepala Perpusnas Hj. Lilik Soelistyowati dan Kepala Arsip Nasional M. Asikin menandatangani kesepakatan bersama tentang perpustakaan dan kearsipan, Selasa (15/6) di Ruang Rapim Utama Balaikota Pemprov DKI Jakarta. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan dari ketiga belah pihak itu dihadiri juga seluruh walikota di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Kesepakatan kerjasama ini lahir dari gagasan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta Maman Hidayat dengan tujuan untuk mempererat silaturahmi antara Pemprov DKI Jakarta, Perpusnas dan Arnas dalam mengembangkan kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan dan kearsipan di wilayah provinsi DKI Jakarta. Kesepakatan bersama ini juga meliputi pengembangan tenaga perpustakaan; pembinaan teknis perpustakaan, dan pengembangan dan pembinaan perpustakaan umum kecamatan dan kelurahan.

Sementara Lilik Soelistyowati mengatakan kesepakatan bersama ini merupakan langkah yang tepat dalam pengembangaan perpustakaan di wilayah DKI Jakarta, karena pengembangan perpustakaan merupakan tugas yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan antara Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Perpusnas bekerjasama dan sepakat mengembangkan perpustakaan sampai ke kecamatan dan kelurahan di DKI Jakarta. “Saya berharap kesepakatan ini bukan hanya di atas kertas atau seremonial saja tetapi harus diimplementasikan menjadi realitas yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sedangkan Fauzi Bowo dalam sambutan mengatakan orang terpelajar adalah orang yang mencintai perpustakaan. “Jadi menurut saya hanya orang yang mencintai perpustakaan dan arsip yang berhak mendapat predikat terpelajar,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin. Hal itu dikatakannya karena terpancing dengan panggilan dari Kepala Arnas yang memanggilnya dengan sebutan ‘Bapak yang terpelajar’. Gubernur juga mengungkapkan bahwa tidak ada orang pintar di dunia ini yang tidak rajin membaca, dan tidak ada di negara manapun yang tidak memiliki perpustakaan nasional. ”Belajar dari pengalaman para pendiri bangsa, tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia, tokoh-tokoh dunia, para guru-guru kita, dan bahkan orang tua kita sendiri yang menjadi modal utama untuk menanamkan kebiasaan membaca menjadi bagian dari kehidupan kita.

Oleh karenanya kata Gubernur, di wilayah kerja pemprov DKI Jakarta saya instruksikan kepada walikota dan bupati untuk mengembangkan perpustakaan dan upaya lainnya dalam meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Sekarang ini sudah banyak mobil perpustakaan keliling yang dimiliki perpustakaan umum daerah di 5 wilayah, dan juga satu mobil perpustakaan keliling bantuan dari Perpusnas. "Itu semua untuk menjembatani informasi yang diharapkan masyarakat dapat memberdayakan perpustakaan tersebut dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

Selesai menandatangani naskah kerjasama tersebut Gubernur Fauzi Bowo menyerahkan cinderamata kepada Perpusnas dan Arnas, dan begitupun sebaliknya.***

sumber: agus sutoyo

You are here